Kelahiran
Ali dilahirkan di Mekkah, daerah Hejaz, Jazirah Arab,
pada tanggal 13 Rajab.
Menurut sejarawan, Ali dilahirkan 10 tahun sebelum dimulainya kenabian
Muhammad, sekitar tahun 599
Masehi atau 600(perkiraan).
Muslim Syi'ah
percaya bahwa Ali dilahirkan di dalam Ka'bah.
Usia Ali terhadap Nabi Muhammad masih diperselisihkan hingga kini, sebagian riwayat
menyebut berbeda 25 tahun, ada yang berbeda 27 tahun, ada yang 30 tahun bahkan
32 tahun.
Beliau bernama asli Haydar bin Abu Thalib,
paman Nabi Muhammad
SAW. Haydar yang berarti Singa adalah harapan keluarga Abu Thalib
untuk mempunyai penerus yang dapat menjadi tokoh pemberani dan disegani di
antara kalangan Quraisy
Mekkah.
Setelah mengetahui sepupu yang baru
lahir diberi nama Haydar,[rujukan?] Nabi
SAW memanggil dengan Ali yang
berarti Tinggi(derajat di sisi Allah).
Kehidupan
Awal
Ali dilahirkan dari ibu yang bernama
Fatimah binti Asad, dimana Asad merupakan anak dari Hasyim, sehingga menjadikan Ali, merupakan
keturunan Hasyim dari sisi bapak dan ibu.
Kelahiran Ali bin Abi Thalib banyak memberi hiburan bagi Nabi SAW karena
beliau tidak punya anak laki-laki. Uzur dan faqir nya keluarga Abu Thalib
memberi kesempatan bagi Nabi SAW bersama istri beliau Khadijah untuk mengasuh Ali dan
menjadikannya putra angkat. Hal ini sekaligus untuk membalas jasa kepada Abu Thalib
yang telah mengasuh Nabi sejak beliau kecil hingga dewasa, sehingga sedari
kecil Ali sudah bersama dengan Muhammad.
Dalam biografi asing (Barat),
hubungan Ali kepada Nabi Muhammad SAW dilukiskan seperti Yohanes Pembaptis (Nabi Yahya)
kepada Yesus
(Nabi Isa).
Dalam riwayat-riwayat Syi'ah dan sebagian riwayat Sunni, hubungan tersebut
dilukiskan seperti Nabi Harun kepada Nabi Musa.
Masa Remaja
Ketika Nabi Muhammad SAW menerima
wahyu, riwayat-riwayat lama seperti Ibnu Ishaq
menjelaskan Ali adalah lelaki pertama yang mempercayai wahyu tersebut atau
orang ke 2 yang percaya setelah Khadijah istri Nabi sendiri. Pada titik
ini Ali berusia sekitar 10 tahun.
Pada usia remaja setelah wahyu
turun, Ali banyak belajar langsung dari Nabi SAW karena sebagai anak asuh,
berkesempatan selalu dekat dengan Nabi hal ini berkelanjutan hingga beliau
menjadi menantu Nabi. Hal inilah yang menjadi bukti bagi sebagian kaum Sufi
bahwa ada pelajaran-pelajaran tertentu masalah ruhani (spirituality dalam bahasa
Inggris atau kaum Salaf lebih suka menyebut istilah 'Ihsan') atau yang kemudian
dikenal dengan istilah Tasawuf yang diajarkan Nabi khusus kepada beliau tapi tidak
kepada Murid-murid atau Sahabat-sahabat yang lain.
Karena bila ilmu Syari'ah
atau hukum-hukum agama Islam baik yang mengatur ibadah maupun kemasyarakatan
semua yang diterima Nabi harus disampaikan dan diajarkan kepada umatnya,
sementara masalah ruhani hanya bisa diberikan kepada orang-orang tertentu
dengan kapasitas masing-masing.
Didikan langsung dari Nabi kepada
Ali dalam semua aspek ilmu Islam baik aspek zhahir (exterior) atau syariah dan
bathin (interior) atau tasawuf menggembleng Ali menjadi seorang pemuda yang
sangat cerdas, berani dan bijak.
Kehidupan di
Mekkah sampai Hijrah ke Madinah
Ali bersedia tidur di kamar Nabi
untuk mengelabui orang-orang Quraisy yang akan menggagalkan hijrah Nabi. Beliau tidur
menampakkan kesan Nabi yang tidur sehingga masuk waktu menjelang pagi mereka
mengetahui Ali yang tidur, sudah tertinggal satu malam perjalanan oleh Nabi
yang telah meloloskan diri ke Madinah bersama Abu Bakar.
Perkawinan
seorangperempuanyangsudahlamaAlikagumi.TapisayangternyataniatAlitelahdidahuluiolehAbuBakaryangsudahduluanmelamarFatimah.Alipunharusikhlasbahwacintanyaselamainiberakhirpupus.ApalagiAbuBakaradalahsahabatsetiaRasulyangsangatsholehdanbegitusayangkepadaRasul,danrasulpunmenyayangibeliaupula.SedangkanAlimerasadirinyahanyalahseorangpemudayangmiskin,sungguhjauhbiladibandingkandenganorangsepertiAbuBakarpikirnya.RencanaAllahmemangsulitditebakolehmanusia,ternyataRasulhanyadiamketikaAbuBakarmelamarputribeliau,yangmaksudnyaRasulmenolaksecarahaluslamaranAbuBakar.Alipunsenang,karenamasihmerasamemilikikesempatanmelamarFatimah.MakaAlipunbergegasinginsegeramelamarFatimahsebelumdidahuluilagi.Namunsungguhsayangsekali,lagi-lagiAliterdahuluilagiolehUmar.Lagi-lagihatiAlitersayat,Alisangatbersedih.SamasepertidenganAbuBakar,Alimerasatakadaharapanlagi,lagipulaapakahcukupdengancintaiaakanmelamarFatimah,karenaiahanyalahseorangpemudabiasayangmengharapkanseorangputriRasulyangluarbiasa,berbedabiladibandingkandenganUmarseorangketurunanbangsawanyanggagahdanberkharisma,makaAlipunhanyabisabertawakalkepadaAllah,semogadikuatkandenganderitacintayangsedangdialaminya.KaliiniAliharusbenar-benarikhlasdantegarmenghadapikenyataanitu.NamunAliadalahpemudayangsholeh,iapunyakinAllahMahaAdil,pastiAllahsudahmempersiapkanpendampinghidupbaginya.Deritacintamemangmenyakitkan.DisaatAlimerasakanderitacintanya,takdisangka-sangkadatanglahAbuBakardengansenyumindahnya,danmemberitahuAliuntuksegerabertemudenganRasulkarenaadayanginginbeliausampaikan.PikirAlipastiinitentangpernikahanUmardenganFatimah,sepertinyaRasulmemintaAliuntukmembantupersiapanpernikahanmereka.MakaAlipunmenyemangatidirinyasendiriagarkuatdantegar,walaupunsebenarnyahatinyasangatperihteriris-irisharusmembantumempersiapkandanmenyaksikanpujaanhatinyamenikahdenganoranglain.SungguhrencanaAllahmemangyangpalingindah,SetelahAlibertemuRasul,takdisangkaternyatalamaranUmarbernasibsamadenganlamaranAbuBakar,bahkanRasulmenginginkanAliuntukmenjadisuamiFatimah.KarenaRasulsudahlamatahubahwaAlitelahlamamemendamrasacintakepadaputrinya.Alipunsangatbahagiadanbersyukur,iapunlangsungmelamarFatimahmelaluiRasul.TapiAlimalukepadaRasulkarenaiatakmemilikisesuatuuntukdijadikanmahar.NamunsungguhmuliaakhlakRasul,beliautidakmembebankanAli,RasulberkatabahwanikahilahFatimahwalaupunhanyabermaharcincinbesi.AkhirnyaAlimerelakanbajuperangnyauntukmelamarFatimah,Rasulpunmenerimalamaranitu,FatimahpunmematuhiayahnyasertasiapmenikahdenganAli.AkhirnyaAlipunmenikahdenganFatimah,perempuanyangtelahlamaiacintai, SekarangFatimahtelahmenjadiistriAli,merekatelahhalalsatusamalain.Beberapasaatsetelahmenikahdansiapmelewatiawalkehidupanbersamayaitumalampertamayangindahhinggamenjalanihari-hariselanjutnyabersama,FatimahpunberkatakepadaAli,“WahaisuamikuAli,akutelahhalalbagimu,akupunsangatbersyukurkepadaAllahkarenaayahkumemilihkanakusuamiyangtampan,sholeh,cerdasdanbaiksepertimu…”.Alipunmenjawab,“AkupunbegituwahaiFatimahkusayang,akusangatbersyukurkepadaAllahakhirnyacintakupadamuyangtelahlamakupendamtelahmenjadihalaldenganikatansucipernikahankudenganmu.”.Fatimahpunberkatalagidenganlembut,“Wahaisuamiku,bolehkahakuberkatajujurpadamu?karenaakuinginterjalinkomunikasiyangbaikdiantarakitadankelanjutanrumahtanggakita…”.KataAli,“Tentusajaistriku,silahkan,akuakanmendengarkanmu..”.Fatimahpunberkata,“WahaiAlisuamiku,maafkanaku,tahukahengkaubahwasesungguhnyasebelumakumenikahdenganmu,akutelahlamamengagumidanmemendamrasacintakepadaseorangpemuda,danakumerasapemudaitupunmemendamrasacintanyauntukku,
SekarangFatimahtelahmenjadiistriAli,merekatelahhalalsatusamalain.Beberapasaatsetelahmenikahdansiapmelewatiawalkehidupanbersamayaitumalampertamayangindahhinggamenjalanihari-hariselanjutnyabersama,FatimahpunberkatakepadaAli,“WahaisuamikuAli,akutelahhalalbagimu,akupunsangatbersyukurkepadaAllahkarenaayahkumemilihkanakusuamiyangtampan,sholeh,cerdasdanbaiksepertimu…”.Alipunmenjawab,“AkupunbegituwahaiFatimahkusayang,akusangatbersyukurkepadaAllahakhirnyacintakupadamuyangtelahlamakupendamtelahmenjadihalaldenganikatansucipernikahankudenganmu.”.Fatimahpunberkatalagidenganlembut,“Wahaisuamiku,bolehkahakuberkatajujurpadamu?karenaakuinginterjalinkomunikasiyangbaikdiantarakitadankelanjutanrumahtanggakita…”.KataAli,“Tentusajaistriku,silahkan,akuakanmendengarkanmu..”.Fatimahpunberkata,“WahaiAlisuamiku,maafkanaku,tahukahengkaubahwasesungguhnyasebelumakumenikahdenganmu,akutelahlamamengagumidanmemendamrasacintakepadaseorangpemuda,danakumerasapemudaitupunmemendamrasacintanyauntukku.Namunakhirnyaayahkumenikahkanakudenganmu.Sekarangakuadalahistrimu,kauadalahimamkumakaakupunikhlasmelayanimu,mendampingimu,mematuhimudanmenaatimu,marilahkitaberduabersama-samamembangunkeluargayangdiridhoiAllah…”SungguhbahagianyaAlimendengarpernyataanFatimahyangsiapmengarungibahterakehidupanbersama,suatupernyataanyangsangatjujurdantulusdarihatiperempuansholehah.TapiAlijugaterkejutdanagaksedihketikamengetahuibahwasebelummenikahdengannyaternyataFatimahtelahmemendamperasaankepadaseorangpemuda.AlimerasaagaksedihkarenasepertinyaFatimahmenikahdengannyakarenapermintaanRasulyangtaklainadalahayahnyaFatimah,AlikagumdenganFatimahyangmaumerelakanperasaannyademitaatdanberbaktikepadaorangtuanyayaituRasuldanmaumenjadiistriAlidenganikhlas.
NamunAlimemangsungguhpemudayangsangatbaikhati,iamemangsangatbahagiasekalitelahmenjadisuamiFatimah,tapikarenarasacintanyakarenaAllahyangsangattuluskepadaFatimah,hatiAlipunmerasaagakbersalahjikahatiFatimahterluka,karenaAlisangattahubagaimanarasanyamenderitakarenacinta.DansekarangFatimahsedangmerasakannya.Alibingunginginberkataapa,perasaandidalamhatinyabercampuraduk.DisatusisiiasangatbahagiatelahmenikahdenganFatimah,danFatimahpuntelahikhlasmenjadiistrinya.TapidisisilainAlitahubahwahatiFatimahsedangterluka.Alipunterdiamsejenak,iatakmenanggapipernyataanFatimah.Fatimahpunlaluberkata,“WahaiAlisuamikusayang,Astagfirullahmaafkanaku.Akutakadamaksudinginmenyakitimu,demiAllahakuhanyainginjujurpadamu,saatinikaulahpemilikcintaku,rajayangmenguasaihatiku.Alimasihsajaterdiam,bahkanAlimengalihkanpandangannyadariwajahFatimahyangcantikitu.MelihatsikapAli,FatimahpunberkatasambilmerayuAli,“WahaisuamikuAli,takusahlahkaupikirkankata-katakuitu,marilahkitaberduanikmatimalamindahkitaini.Ayolahsayang…akumenantimuAli...”AlitetapsajaterdiamdantidakterlalumenghiraukanrayuanFatimah,tiba-tibaAlipunberkata,“Fatimah,kautahubahwaakusangatmencintaimu,kaupuntahubetapaakuberjuangmemendamrasacintakudemiuntukikatansucibersamamu,kaupunjugatahubetapabahagianyakautelahmenjadiistriku…TapiFatimah,tahukahengkausaatiniakujugasedihkarenamengetahuihatimusedangterluka.Sungguhakutakinginorangyangkucintaitersakiti,akubisamerasabersalahjikaseandainyakaumenikahikubukankarenakausungguh-sungguhcintakepadaku.Walupunakutahulambatlaunpastikauakansangatsungguh-sungguhmencintaiku.Tapiakutakinginmelihatmusakitsampaiakhirnyakaumencintaiku…”.Fatimahpuntersenyummendengarkata-kataAli,Alidiamsesaatsambilmerenung,takterasamataAlipunmulaikeluarairmata,laludengansangattulusAliberkatalagi,“WahaiFatimah,akusudahmenikahimutapiakubelummenyentuhsedikitpundaridirimu,kaumasihsuci.Akurelamenceraikanmumalaminiagarkaubisamenikahdenganpemudayangkaucintaiitu,akuakanikhlas,lagipulapemudaitujugamencintaimu.Jadiakutakakankhawatiriaakanmenyakitimu.Akutakingincintakupadamuhanyabertepuksebelahtangan,sungguhakusangatmencintaimu,demiAllahakutakinginkauterluka…Menikahlahdengannya,akurela
DanFatimahjugameneteskanairmatasambiltersenyummenatapAli,FatimahsangatkagumdenganketulusancintaAlikepadanya,ketikaitujugaFatimahinginberkatakepadaAli,tapiAlimemotongdanberkata,“TapiFatimah,sebelumakumenceraikanmu,bolehkahakutahusiapapemudayangkaupendamrasacintanyaitu?,akuberjanjitakakanmemintaapapunlagidarimu,namunijinkanlahakumengetahuinamapemudaitu.”AirmataFatimahmengalirsemakinderas,FatimahtakkuatlagimembendungrasabahagianyadanFatimahlangsungmemelukAlidenganerat.LaluFatimahpunberkatadengantersedu-sedu,“WahaiAli,demiAllahakusangatmencintaimu,sungguhakusangatmencintaimukarenaAllah.”Berkali-kaliFatimahmengulangkata-katanya.Setelahemosinyabisaterkontrol,FatimahpunberkatakepadaAli,“WahaiAli,Awalnyaakuingintertawadanmenahantawasejakmelihatsikapmusetelahakumengatakanbahwasebenarnyaakumemendamrasacintakepadaseorangpemudasebelummenikahdenganmu,akuhanyainginmenggodamu,sudahlamaakuinginbisabercandamesrabersamamu.Tapikaumalahmembuatkumenangisbahagia.Apakahkautahusebenarnyapemudaitusudahmenikah…”Alimenjadibingung,Alipunberkatadenganselembutmungkin,walaupuniakesaldenganulahFatimahkepadanya”ApamaksudmuwahaiFatimah?Kaubilangpadakubahwakaumemendamrasacintakepadaseorangpemuda,tapikaumalahkaubilangsangatmencintaiku,dankaujugabilangingintertawamelihatsikapku,apakahkauinginmempermainkanakuFatimah?,sudahlahtolongsebutsiapanamapemudaitu?Mengapakaumengharapkannyawalaupundiasudahmenikah?”FatimahpunkembalimemelukAlidenganerat,tapikaliinidengandekapanyangmesra.LalumenjawabpertanyaanAlidenganmanja,“Alisayang,kaubenarsepertiyangkukatakanbahwaakumemangtelahmemendamrasacintakuitu,akumemendamnyabertahun-tahun,sudahsejaklamaakuinginmengungkapkannya,tapiakuterlalutakut,akutakinginmenodaianugrahcintayangAllahberikanini,akupuntahubagaimanaberatnyamemendamrasacintaapalagidahuluakuseringbertemudengannya.Hatikubergetarbilakubertemudengannya.KaujugabenarwahaiAlicintaku,iamemangsudahmenikah.Tapitahukahengkauwahaisayangku,padamalampertamapernikahannyaiamalahdibuatmenangisdankesalolehperempuanyangbarudinikahinya…”Alipunmasihagakbingung,tapiFatimahsegeramelanjutkankatakatanyadengannadayangsemakinmenggodaAli,”Kauingintahusiapapemudaitu?Baiklahakankuberitahu.Sekarangiaberadadisisiku,akusedangmemelukmesrapemudaitu,tapikokdiadiamsajaya,padahal
akumemeluknyasangateratdanberkata-katamanjapadanya,akusangatmencintainyadanakupunsangatbahagiaternyatamemangdugaankubenar,iajugasangatmencintaiku…”AliberkatakepadaFatimah,“Jadimaksudmu…???”Fatimahpunberkata,“Yawahaicintaku,kaubenar,pemudaitubernamaAlibinAbiThalibsangpujaanhatiku”Alilalulangsungberubahmimikwajahnyamenjadisangatbahagia,lalumembalaspelukanFatimahdengandekapanyangsangatmesra.Merekamasihagakmalu-malu,salingbertatapanlalutersenyumdantertawacekikikankarenatakhabispikirdenganulahmasing-masing.MalamitupunmerekahabiskanbersamadenganindahdalamdekapanMahabbah-Nyayangsuci.Subhanallah.AlidanFatimahpunmenjalanirumahtanggamerekadengansukamaupunduka,DanbuahcintadaripernikahanAlidanFatimahadalahputrakembaryangtampanbernamaHasandanHusin,merekaberduaadalahanakyangsangatdisayangiorangtuanyadandisayangiRasul,kakekmereka.JugadisayangikeluargaRasulyanglaintentunya.MerekaberduanantinyajugamenjaditokohdanpejuangIslamyangluarbiasa.Selamaberumahtangga,AlisangatsetiadenganFatimah,iatakmemaduFatimah.CintanyaAlimemanguntukFatimah,begitupuncintaFatimahmemanguntukAli,merekajugabersama-samahidupmuliamemperjuangkanIslam.Hinggahariitupuntiba,semuayanghiduppastiakankembalikesisi-Nya.Ali,HasandanHusindilandakesedihan,Fatimahterlebihdahuluwafat,meninggalkansuami,anak-anakdanorang-orangyangmencintaidandicintainya.ItulahkisahcintaAlibinAbiThalibdanFatimahAz-ZahrabintiMuhammad,subhanallah,AllahmemangMahaAdil,rencanadanskenario-Nyasangatindah.Adabeberapahikmahdarikisahcintamereka.KetikaAlimerasabelumsiapuntukmelangkahlebihjauhdenganFatimah,makacukupAlimencintaiFatimahdengandiam.Karenadiamadalahsatubukticintapadaseseorang,diammemuliakankesuciandiridanhatisendirijugaorangyangdicintai,sebabjikasuatucintadiungkapkannamunbelumsiapuntukmengikatnyadenganikatanyangsuci,bisasajadalaminteraksinyaakantergodalaluterjerumuskedalammaksiat,Naudzubillah…,BiarlahcintadalamdiammenjadihalindahyangbersemayamdisuduthatidanmenjadirahasiaantarahatisendiridanAllahSangMahaPenguasaHati.YakinlahAllahMahaTahuparahambayangmenjagahatinya,Allahjugatelahmempersiapkanimbalanbagiparapenjagahati.^_^
Nabi menimbang Ali yang paling tepat dalam banyak hal seperti Nasab
keluarga yang se-rumpun (Bani Hasyim), yang paling dulu mempercayai
ke-nabi-an Muhammad
(setelah Khadijah), yang selalu belajar di bawah
Nabi dan banyak hal lain.
Julukan
Ketika Muhammad mencari Ali
menantunya, ternyata Ali sedang tidur. Bagian atas pakaiannya tersingkap dan
debu mengotori punggungnya. Melihat itu Muhammad pun lalu duduk dan
membersihkan punggung Ali sambil berkata, "Duduklah wahai Abu Turab,
duduklah." Turab yang berarti debu atau tanah dalam bahasa Arab.
Julukan tersebut adalah julukan yang paling disukai oleh Ali.
[sunting]
Pertempuran yang diikuti pada masa Nabi saw
[sunting] Perang Badar
Beberapa saat setelah menikah,
pecahlah perang Badar, perang pertama dalam sejarah Islam. Di sini Ali
betul-betul menjadi pahlawan disamping Hamzah, paman Nabi. Banyaknya Quraisy
Mekkah
yang tewas di tangan Ali masih dalam perselisihan, tapi semua sepakat beliau
menjadi bintang lapangan dalam usia yang masih sangat muda sekitar 25 tahun.
[sunting] Perang Khandaq
Perang Khandaq juga menjadi saksi
nyata keberanian Ali bin Abi Thalib ketika memerangi Amar bin Abdi Wud . Dengan
satu tebasan pedangnya yang bernama dzulfikar, Amar bin Abdi Wud terbelah
menjadi dua bagian.
[sunting] Perang Khaibar
Setelah Perjanjian Hudaibiyah yang
memuat perjanjian perdamaian antara kaum Muslimin dengan Yahudi, dikemudian
hari Yahudi mengkhianati perjanjian tersebut sehingga pecah perang melawan
Yahudi yang bertahan di Benteng Khaibar yang sangat kokoh, biasa disebut dengan
perang Khaibar. Di saat para sahabat tidak mampu membuka benteng Khaibar, Nabi
saw bersabda:
"Besok,
akan aku serahkan bendera kepada seseorang yang tidak akan melarikan diri, dia
akan menyerang berulang-ulang dan Allah akan mengaruniakan kemenangan baginya.
Allah dan Rasul-Nya mencintainya dan dia mencintai Allah dan Rasul-Nya".
Maka, seluruh sahabat pun
berangan-angan untuk mendapatkan kemuliaan tersebut. Namun, temyata Ali bin Abi Thalib yang mendapat
kehormatan itu serta mampu menghancurkan benteng Khaibar dan berhasil membunuh
seorang prajurit musuh yang berani bernama Marhab lalu menebasnya dengan sekali
pukul hingga terbelah menjadi dua bagian.
[sunting] Peperangan
lainnya
Hampir semua peperangan beliau ikuti
kecuali perang Tabuk karena mewakili nabi Muhammad
untuk menjaga kota Madinah.
Setelah Nabi
wafat
Sampai disini hampir semua pihak
sepakat tentang riwayat Ali bin Abi Thalib, perbedaan pendapat mulai tampak
ketika Nabi Muhammad
wafat. Syi'ah
berpendapat sudah ada wasiat (berdasar riwayat Ghadir Khum)
bahwa Ali harus menjadi Khalifah bila Nabi SAW wafat. Tetapi Sunni tidak sependapat,
sehingga pada saat Ali dan Fatimah masih berada dalam suasana duka orang-orang
Quraisy bersepakat untuk membaiat Abu Bakar.
Menurut riwayat dari Al-Ya'qubi
dalam kitab Tarikh-nya Jilid II Menyebutkan suatu peristiwa sebagai berikut.
Dalam perjalan pulang ke Madinah seusai menunaikan ibadah haji (
Hijjatul-Wada'),malam hari Rasulullah saw bersama rombongan tiba di suatu
tempat dekat Jifrah yang dikenal denagan nama "GHADIR KHUM." Hari itu
adalah hari ke-18 bulan Dzulhijah. Ia keluar dari kemahnya kemudia berkhutbah
di depan jamaah sambil memegang tangan Imam Ali Bin Abi Tholib r.a.Dalam
khutbahnya itu antara lain beliau berkata : "Barang siapa menanggap
aku ini pemimpinnya, maka Ali adalah pemimpinnya.Ya Allah, pimpinlah orang yang
mengakui kepemimpinannya dan musuhilah orang yang memusuhinya"
Pengangkatan Abu Bakar sebagai
Khalifah tentu tidak disetujui keluarga Nabi Ahlul Baitdan
pengikutnya. Beberapa riwayat berbeda pendapat waktu pem-bai'at-an Ali bin Abi Thalib terhadap Abu Bakar
sebagai Khalifah
pengganti Rasulullah.
Ada yang meriwayatkan setelah Nabi dimakamkan, ada yang beberapa hari setelah
itu, riwayat yang terbanyak adalah Ali mem-bai'at Abu Bakar
setelah Fatimah meninggal, yaitu enam bulan setelah
meninggalnya Rasulullah demi mencegah perpecahan dalam ummat
Ada yang menyatakan bahwa Ali belum
pantas untuk menyandang jabatan Khalifah karena umurnya yang masih muda, ada pula yang
menyatakan bahwa kekhalifahan dan kenabian sebaiknya tidak berada
di tangan Bani Hasyim.
Sebagai khalifah
Peristiwa pembunuhan terhadap
Khalifah Utsman bin Affan mengakibatkan kegentingan di
seluruh dunia Islam yang waktu itu sudah membentang sampai ke Persia dan Afrika
Utara. Pemberontak yang waktu itu menguasai Madinah tidak mempunyai pilihan
lain selain Ali bin Abi Thalib
sebagai khalifah, waktu itu Ali berusaha menolak, tetapi Zubair bin
Awwam dan Talhah bin Ubaidillah
memaksa beliau, sehingga akhirnya Ali menerima bai'at mereka. Menjadikan Ali
satu-satunya Khalifah yang dibai'at secara massal, karena khalifah sebelumnya
dipilih melalui cara yang berbeda-beda.
Sebagai Khalifah ke-4 yang
memerintah selama sekitar 5 tahun. Masa pemerintahannya mewarisi kekacauan yang
terjadi saat masa pemerintah Khalifah sebelumnya, Utsman bin
Affan. Untuk pertama kalinya perang saudara antara umat Muslim
terjadi saat masa pemerintahannya, Pertempuran
Basra. 20.000 pasukan pimpinan Ali melawan 30.000 pasukan pimpinan Zubair bin
Awwam, Talhah bin Ubaidillah, dan
Ummul
mu'minin Aisyah binti Abu Bakar, janda Rasulullah.
Perang tersebut dimenangkan oleh pihak Ali.
Peristiwa pembunuhan Khalifah Utsman bin
Affan yang menurut berbagai kalangan waktu itu kurang dapat diselesaikan
karena fitnah yang sudah terlanjur meluas dan sudah diisyaratkan (akan terjadi)
oleh Nabi Muhammad SAW ketika beliau masih hidup, dan diperparah oleh
hasutan-hasutan para pembangkang yang ada sejak zaman Utsman bin
Affan, menyebabkan perpecahan di kalangan kaum muslim sehingga
menyebabkan perang tersebut. Tidak hanya selesai di situ, konflik
berkepanjangan terjadi hingga akhir pemerintahannya. Pertempuran Shiffin yang melemahkan
kekhalifannya juga berawal dari masalah tersebut.
Ali bin
Abi Thalib, seseorang
yang memiliki kecakapan dalam bidang militer dan strategi perang, mengalami
kesulitan dalam administrasi negara karena kekacauan luar biasa yang
ditinggalkan pemerintahan sebelumya. Ia meninggal di usia 63 tahun karena
pembunuhan oleh Abdrrahman bin Muljam,
seseorang yang berasal dari golongan Khawarij
(pembangkang) saat mengimami salat subuh di masjid Kufah, pada tanggal 19 Ramadhan, dan Ali
menghembuskan napas terakhirnya pada tanggal 21 Ramadhan tahun 40 Hijriyah.
Ali dikuburkan secara rahasia di Najaf, bahkan ada beberapa riwayat yang menyatakan bahwa ia
dikubur di tempat lain.
Keturunan
Artikel utama untuk bagian ini
adalah: Keturunan Ali bin Abi Thalib
Ali memiliki delapan istri setelah
meninggalnya Fatimah az-Zahra[1]
dan memiliki keseluruhan 36 orang anak. Dua anak laki-lakinya yang terkenal,
lahir dari anak Nabi Muhammad, Fatimah,
adalah Hasan dan Husain.
Keturunan Ali melalui Fatimah
dikenal dengan Syarif atau Sayyid, yang merupakan gelar kehormatan dalam Bahasa Arab,
Syarif berarti bangsawan dan Sayyed berarti tuan.
Sebagai keturunan langsung dari Muhammad, mereka dihormati oleh Sunni dan
Syi'ah.
Menurut riwayat, Ali bin Abi Thalib
memiliki 36 orang anak yang terdiri dari 18 anak laki-laki dan 18 anak perempuan.
Sampai saat ini keturunan itu masih tersebar, dan dikenal dengan Alawiyin atau Alawiyah. Sampai saat ini keturunan Ali bin Abi Thalib kerap digelari Sayyid.
Anak
laki-laki
|
Anak
perempuan
|
Zainab al-Kubra
|
|
Zainab al-Sughra
|
|
Abbas al-Akbar (dijuluki Abu
Fadl)
|
Ramlah al-Kubra
|
Abdullah al-Akbar
|
Ramlah al-Sughra
|
Ja'far al-Akbar
|
Nafisah
|
Utsman al-Akbar
|
Ruqaiyah al-Sughra
|
Muhammad al-Ashghar
|
Ruqaiyah al-Kubra
|
Abdullah al-Ashghar
|
Maimunah
|
Abdullah (yang dijuluki Abu Ali)
|
Zainab al-Sughra
|
รข€˜Aun
|
Ummu Hani
|
Yahya
|
Fathimah al-Sughra
|
Muhammad al-Ausath
|
Umamah
|
Utsman al-Ashghar
|
Khadijah al-Sughra
|
Abbas al-Ashghar
|
Ummu al-Hasan
|
Ja'far al-Ashghar
|
Ummu Salamah
|
Umar al-Ashghar
|
Hamamah
|
Umar al-Akbar
|
Ummu Kiram
|







0 komentar:
Posting Komentar